Sabtu, 11 Februari 2012

Band Indonesia

Malam jumat kemarin gw menghabiskan malam dengan makan malem bersama temen, terjadi penantian panjang akan siapakah yang bakal bayar bill. Tiba-tiba (sebenarnya ngga tiba-tiba,cuma biar kalimatnya keliatan oke) dari speaker rumah makan terdengar berbagai lagu-lagu Indonesia yang di play secara acak. Sambil menunggu ada yang menyerah melambai ke kamera dan membayar tagihan untuk semua yang dipesan dengan porsi pocong babi, pembicaraan pun menyinggung topik mengenai keadaan band-band di Indonesia.

Salah satu lagu yang kebetulan atau memang mas2 di depan komputer yang nyetel dengan sengaja "sandaran hati" dari letto. Memang nyesek banget dikelilingi oleh meja-meja yang terisi oleh sepasang seorang cowok dan cewek. Gw berharap ada meja yg terisi sepasang cowok. Tapi ternyata tidak ada. Tidak perlu dibahas lebih lanjut karena kenyataan memang menyakitkan. Menurut salah satu dari dua temen yang makan bareng, lagu-lagu dari letto menggunakan lirik yang sangat puitis. Sementara eorang temen lagi mengatakan suara Noe (vokalis Letto setelah di transfer pemain dari Arsenal) sangat lembut. Gw masih memandangi meja2 sekitar yang uggghhh....

Memang kalo diinget-inget kebanyakan lagu-lagu dari Letto pernah menjadi hits di chart lagu-lagu Indonesia. Entah kenapa sekarang band-band yang berkualitas seperti Letto jarang ada, digantikan dengan sekumpulan cowok-cowok yang menyukai cowok-cowok (sering disebut sebagai boyband). Gw masih bisa menerima kehadiran girlband entah mereka suka cewek atau cowok, tidak menjadi hal yang terlalu penting walaupun mereka tidak mempertontonkan tetek seperti boyband.

Sungguh fakta yang menyedihkan bahwa yang menjadi tren saat ini adalah budaya dari negara tetangga yang memproduksi drama-drama dengan cerita cinta yang sempurna dan penuh kebetulan yang so sweeeeet. Inilah kenapa orang-orang Indonesia seperti kehilangan jati diri dan kepercayaan diri terhadap budaya sendiri. Kalo ada orang Indonesia yang tampil di acara internasional atau kata Indonesia disebut di acara, game, atau siaran TV luar negeri komen dari orang-orang langsung "wah hebat ya Indonesia bisa kaya gitu". Seakan-akan Indonesia ada di skala -3,14 dari skala keren 0 sampai 10.

Entah apa yang menyebabkan hal demikian terjadi. Semoga saja dunia musik Indonesia bisa dibawa ke arah yang lebih baik oleh kawula-kawula muda yang meng kreasikan kegalauan menjadi lagu bukan melampiaskannya dengan shampo maupun sabun. Gw sendiri menyadari bahwa Indonesia banyak kekurangan, tapi bukan berarti ga punya kelebihan.Kalo ditanya mau pesen apa gw bakal jawab "Gw bangga jadi orang Indonesia,nasi goreng special pedes sedeng sama es teh satu ga pake lama"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar